“Oktober” Menjadi Bulan Sibuk Ponpes Condong

Oktober sepertinya menjadi bulan tersibuk bagi Pesantren Condong. Runutan acara besar-besaran seakan tumpah ruah di bulan ini. Dari mulai Olimpiade Bahasa Inggris Se-Jawa Barat, Panggung Gembira dan Silaturahmi Nasional (SILATNAS) Ikatan Keluarga Pesantren Condong (IKPC) meramaikan beberapa hari selama bulan Oktober. Mari kita intip beberapa kegiatan tersebut.

Olimpiade Bahasa Inggris Se-Jawa Barat

Sabtu (6/10) SMA Terpadu Riyadlul ‘Ulum menyelenggrakan acara besar yang melibatkan SMP dan SMA Se-Derajat Se-Jawa Barat. Acara ini bernama Olimpiade Bahasa Inggris ( English Language Olimpiad) dan terdiri dari tiga mata lomba; Story Telling, Public Speech dan English Drama Contest. Partisipan acara yang sudah diselenggrakan tiga kali ini terbilang sangat banyak karena terdiri dari 50 lebih sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 72 orang. Karena begitu banyak peserta yang mengikuti acara ini, panitia menyiapkan empat panggung berukuran besar. Masing-masing mata lomba memiliki satu panggung, namun berbeda dengan Story Telling, karena peserta membludak, akhirnya panitia membuat panggung baru yang bertempat di gedung I’anah.

Seluruh peserta Olimpiade Bahasa Inggris memperebutkan banyak piala yakni piala Gubernur Jabar, Diknas, Depag dan piala bergilir dari Kepala Sekolah SMA Terpadu. Total hadiah acara ini senilai tujuh juta rupiah. Ditengah kegiatan, Wali Kota H. Syarif Hidayat ikut mensupport acara ini dengan berpidato di panggung utama. Beliau sangat mengapresiasi acara ini karena mampu membangkitkan semangat berbahasa asing agar mampu merespon kemajuan zaman.

Berdasarkan akumulasi kejuaraan dari ketiga mata lomba, ternyata Al-Muttaqin berhasil menyabet juara umum dan berhak mendapatkan piala Gubernur Jabar. Sekolah lain yang juga menjadi pemenang antara lain; Darussalam Jamanis, SMPN 2 Tasikmalaya, dll.

Ketua panitia Rahmat Mulya Nugraha menuturkan tujuan diadakannya acara ini ialah merupakan bentuk dari keseriusan Pesantren Condong dalam mengaplikasikan bahasa asing (Arab dan Inggris) pada santri dalam kehidupan sehari-hari. Karena Ia yakin, by language we can dominate the world, bahwa dengan bahasa kita bisa menaklukan dunia. Hal ini pula lah yang ingin Pesantren Condong tularkan kepada seluruh pelajar di Jawa Barat. Ia juga menuturkan, bahwa animo pelajar semakin antusias terhadap acara ini setelah berlangsung beberapa kali. Untuk kedepannya, Ia berharap acara seperti ini bisa merangkap lebih luas lagi, bukan hanya Kota Tasik atau Jawa Barat, melainkan mampu berkibah di ranah Nasional. Kita doakan saja.

Panggung Gembira

Selama dua malam berturut-turut Pesantren Condong menggelar Pentas Seni Kreatifitas santri Panggung Gembira. Malam pertama yakni malam Sabtu, bertepatan esoknya diselenggrakan Olimpiade Bahasa Inggris, merupakan penampilan kreasi seni dari para santriwati. Sedangkan malam ahad merupakan giliran santri putra menunjukan kebolehannya. Panggung yang dibuat angkatan tujuh terlihat begitu megah dan menjulang tinggi mengalahkan tinggi gedung Riyadlul Badi’ah yang terdiri dari tiga lantai. Hal ini menjadi motivasi santri agar tampil secara maksimal. Dan benar saja, dari mulai kostum, konsep acara, sampai beberapa faktor pendukung seperti sound, lighting dan dokumentasi kamera, terlihat begitu mengesankan.

Beberapa acara yang ditampilkan antara lain; Marawis, Grand Opening, Puisi Kolosal, Drama Bahasa, Jocking Reading, Folksong, Humor magic, Dance Performance, Drama Kabaret, Musik dapur, nasyid, Condong van Java, dan yang tak kalah menarik sekaligus ekstrim adalah Gimnastik dengan aksi-aksi yang berbahaya namun sangat memukau.

Acara ini dibuka oleh KH. Diding Darul Falah. Dalam sambutannya, beliau memaparkan tujuan dari diadakannya acara ini, yaitu untuk menghibur suasana hati santri baru, agtau dalam bahasa Sunda orang menyebutnya ngabubungah hate.Terbukti dengan adanya acara ini, santri baru yang semula masih merengek ingin pulang dan selalu bersedih hati karena enggan mesantren, kini semua paradigma itu berubah. Mereka terlihat lebih bergairah dan bersemangat menjalani hari-hari di pesantren. Dan bahkan acara seperti ini menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu para santri.

 

Silaturahmi Nasional (SILATNAS) Ikatan Keluarga Pesantren Condong (IKPC)

                Setelah menggelar acara Silaturahmi Nasional (SILATNAS) internal Agustus lalu, Oktober dipilih menjadi bulan diselenggrakannya kelanjutan dari acara lalu. Hampir seluruh alumnus Pesantren Condong dari mulai alumnus Salafiyah maupun Terpadu diundang untuk menghadiri acara ini. Acara ini digelar selama dua hari yakni ahad dan senin (22-23/10). Pada hari pertama digelar Musyawarah Kerja sekaligus menentukan struktur Kepengurusan Ikatan Keluarga Pesantren Condong untuk lima tahun mendatang. Sedangkan hari kedua merupakan pelantikan dari para pengurus yang sehari sebelumnya ditentukan. Saat itu pula, dua asisten Gubernur hadir mewakili Ahmad Heryawan, Lc. atas permintaan Pimpinan Pondok Pesantren Condong untuk meresmikan Gedung Kuwait yang digunakan sebagai sarana belajar santri.

Program IKPC selanjutnya ialah mendirikaan cabang di berbagai daerah. Rencananya di berbagai cabang tersebut akan didirikan kantor cabang Condong. Selain itu program kemandirian usaha juga pendidikan akan didirikan di sana.  [Lena]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s