SMP Terpadu Sabet Juara Umum Kansil

“Maadza Syi’aarunaa?”

“Syi’aaruna, ‘alainaa bita’miiqi as-saithoroti wa tarqiyati al-injaazi”

Itulah semboyan kebanggaan yang selalu diteriakkan siswa-siswi kelas VIII angkatan 10 SMP Terpadu Condong untuk memompa semangat mereka dalam mengikuti setiap kegiatan. Benar saja, syi’ar berbahasa Arab yang artinya “Gali Potensi, Raih Prestasi!” tersebut telah mengantarkan mereka menjadi Juara Umum dalam Perlombaan Karya Seni Islam antar SMP sederajat  se-kota Tasikmalaya yang bertempat di SMK Bina Putera Nusantara Indihiang kemarin (12/05). Terdapat 4 macam perlombaan yang diselenggarakan sekolah tersebut, diantaranya; Lomba Cepat Tepat Agama Islam, Lomba Cepat Tepat Bahasa Inggris, Musabaqoh Syarhil Quran, dan Lomba Nasyid. Diikuti oleh belasan peserta untuk tiap mata lomba dari berbagai sekolah favorit di Tasikmalaya, acara ini berlangsung cukup meriah dan kompetitif. Masing-masing sekolah tampaknya begitu antusias dalam mengikuti lomba karena mereka akan memperebutkan trophy ‘jangkung’ nan besar milik wali kota Tasikmalaya untuk peraih juara umum, kemudian trophy tetap untuk masing-masing pemenang tiap mata lomba.

Masing-masing lomba dilangsungkan di empat tempat berbeda dalam waktu yang sama. Di termin pertama, tim LCT-AI (Fatma, Nasywa, dan Ana) meraih skor tertinggi dan berhak melaju ke babak final. Pada tahap tersebut, mereka akan melawan sekolah lain yang juga meraih skor tertinggi di termin pertama. Dan di tahap final mereka kembali meraih skor tertinggi alias menjadi jawara LCT-AI, disusul dengan Mts Mathla’ul Khaer, kemudian SMP Terpadu Al-amin sebagai juara ke 3. Dijumpai di tempat berbeda, dalam waktu yang sama, tim MSQ (Gina F, Siti Nurfadilah, dan Gina I) tampil begitu memukau bak da’iah dalam kontes Da’i Muda Pilihan, dan terlihat gagah dengan jas yang dikenakannya. Sang juripun terlihat berseri-seri sembari berkali-kali menganggukkan kepala, pun mengacungi jempol melihat penampilan mereka. Begitu pula dengan tim Nasyid (Zulfa, Alit, Erma, Pupu, dkk.) yang tak hanya berhasil menarik simpati para audience dengan tepuk tangan yang begitu meriah, namun para juripun terlihat mengacungi jempol bahkan tak segan untuk standing applause.

Setelah masing-masing mata lomba selesai, tibalah saatnya pengumuman juara dan pemberian hadiah yang kali ini dilangsungkan di satu tempat. Lomba demi lomba diumumkan kejuaraannya, dan lebih daripada ekspektasi, mereka berhasil meraih juara pertama untuk tiap mata lomba. Yang tentunya, mereka pulalah yang berhak menjadi juara umum dalam lomba karya seni Islam yang diselenggarakan untuk kali kedua tersebut. Hal ini membuktikan bahwasanya mereka mempunyai potensi yang luar biasa dalam bidang akademik maupun dalam bidang non-akademik. Ditanya bagaimana tips untuk bisa seperti itu, salah seorang pembimbing menjawab “Kunci utamanya adalah intens berlatih. Beruntungnya, karna kami tinggal bersama 24 jam di pondok, maka untuk mengumpulkan anak-anak bukanlah hal yang sulit. Jadi, semakin sering berlatih, anak-anak akan semakin terlatih.. “. Kita tahu bahwa setiap orang memang memiliki potensi, namun bagaimanakah orang tersebut dapat menggali, mengolah, dan memaksimalkan potensi tersebut dengan sebaik-baiknya. (Ratna)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s